Seretide Diskus 250 Untuk Asma dan PPOK dengan Aksi Ganda

Bagi individu yang berjuang dengan penyakit pernapasan kronis seperti asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), pengelolaan gejala yang efektif adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup. Salah satu pilihan terapi kombinasi yang umum digunakan adalah Seretide Diskus. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai Seretide Diskus 250, termasuk kandungan, mekanisme kerja, indikasi, cara penggunaan, dan pertimbangan penting lainnya.

Mengenal Lebih Dekat Seretide Diskus 250

Seretide Diskus 250 adalah inhaler berbentuk diskus yang mengandung kombinasi dua jenis obat:

  • Fluticasone Propionate: Kortikosteroid inhalasi yang bekerja sebagai anti-inflamasi. Obat ini membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan di saluran udara, yang merupakan penyebab utama gejala asma dan PPOK.
  • Salmeterol Xinafoate: Agonis beta-2 kerja panjang (Long-Acting Beta-Agonist/LABA). Obat ini bekerja dengan cara melebarkan saluran udara (bronkodilatasi), sehingga memudahkan aliran udara masuk dan keluar dari paru-paru. Efek bronkodilatasinya bertahan hingga 12 jam.

Kombinasi kedua obat ini dalam satu perangkat inhaler bertujuan untuk memberikan kontrol gejala yang lebih komprehensif dibandingkan dengan penggunaan salah satu obat saja. Kekuatan “250” pada Seretide Diskus 250 biasanya merujuk pada dosis Fluticasone Propionate dalam mikrogram (mcg) per dosis, sementara dosis Salmeterol biasanya tetap (misalnya 50 mcg per dosis). Penting untuk selalu mengikuti dosis yang diresepkan oleh dokter.

Mekanisme Kerja Seretide Diskus 250

Seretide Diskus 250 bekerja melalui dua mekanisme utama:

  1. Aksi Anti-inflamasi (Fluticasone Propionate): Kortikosteroid inhalasi ini bekerja langsung pada saluran udara untuk mengurangi peradangan. Dengan mengurangi peradangan, sensitivitas saluran udara terhadap pemicu asma dan PPOK berkurang, sehingga mencegah atau mengurangi frekuensi dan keparahan serangan. Efek anti-inflamasi ini berkembang secara bertahap dan merupakan dasar dari pengendalian jangka panjang penyakit.
  2. Aksi Bronkodilatasi (Salmeterol Xinafoate): LABA ini bekerja dengan cara merangsang reseptor beta-2 adrenergik di otot polos saluran udara. Stimulasi ini menyebabkan relaksasi otot polos dan pelebaran saluran udara (bronkodilatasi). Efek bronkodilatasi ini membantu meredakan gejala sesak napas, mengi, dan batuk, serta meningkatkan aliran udara ke paru-paru. Durasi kerjanya yang panjang (hingga 12 jam) memungkinkan pengendalian gejala sepanjang hari dan malam dengan penggunaan dua kali sehari.

Indikasi Penggunaan Seretide Diskus 250

Seretide Diskus 250 umumnya diindikasikan untuk:

  • Asma: Sebagai terapi pemeliharaan jangka panjang untuk pasien asma yang gejalanya tidak terkontrol dengan kortikosteroid inhalasi dosis rendah atau yang memerlukan peningkatan dosis kortikosteroid inhalasi. Obat ini membantu mencegah serangan asma dan mengendalikan gejala kronis.
  • PPOK: Sebagai terapi pemeliharaan untuk pasien dengan PPOK sedang hingga berat yang berisiko mengalami eksaserbasi (perburukan gejala). Obat ini membantu mengurangi frekuensi dan keparahan eksaserbasi, serta memperbaiki fungsi paru-paru dan kualitas hidup.

Cara Penggunaan Seretide Diskus 250

Seretide Diskus adalah perangkat inhaler kering (dry powder inhaler/DPI) yang melepaskan dosis obat saat pasien menghirupnya. Berikut adalah langkah-langkah umum penggunaan Seretide Diskus:

  1. Buka Diskus: Pegang bagian luar wadah dengan satu tangan dan gunakan ibu jari tangan yang lain untuk menggeser ibu jari ke samping sejauh mungkin hingga terdengar bunyi “klik”. Ini akan membuka corong dan memaparkan dosis obat.
  2. Buang Napas: Buang napas sepenuhnya (jangan ke dalam diskus).
  3. Hirup Obat: Letakkan corong di antara bibir Anda dan pastikan tertutup rapat. Tarik napas dalam dan kuat melalui mulut Anda (bukan melalui hidung). Pastikan Anda menarik napas dengan mantap dan dalam untuk memastikan dosis obat terhirup sepenuhnya.
  4. Tahan Napas: Keluarkan diskus dari mulut Anda dan tahan napas selama sekitar 10 detik atau selama Anda merasa nyaman.
  5. Buang Napas Perlahan: Buang napas perlahan.
  6. Tutup Diskus: Geser kembali tuas ibu jari sejauh mungkin hingga terdengar bunyi “klik”. Ini akan menutup diskus dan mengatur dosis berikutnya.
  7. Berkumur: Setelah menggunakan Seretide Diskus, berkumurlah dengan air dan buang airnya. Jangan ditelan. Ini membantu mencegah efek samping lokal seperti sariawan (kandidiasis oral).

Dosis Seretide Diskus 250 biasanya satu inhalasi dua kali sehari, pagi dan malam, sesuai dengan anjuran dokter. Penting untuk menggunakan obat ini secara teratur, bahkan ketika Anda merasa baik-baik saja, untuk menjaga kontrol gejala asma atau PPOK.

Pertimbangan Penting Penggunaan Seretide Diskus 250

  • Bukan untuk Serangan Akut: Seretide Diskus 250 bukan obat pereda cepat (reliever inhaler) dan tidak boleh digunakan untuk mengatasi serangan asma atau perburukan gejala PPOK yang tiba-tiba. Untuk kondisi akut, Anda memerlukan inhaler pelega napas kerja cepat (misalnya, salbutamol).
  • Efek Samping Lokal: Beberapa efek samping lokal yang mungkin terjadi meliputi sariawan (kandidiasis oral), suara serak, dan iritasi tenggorokan. Berkumur setelah penggunaan dapat membantu mengurangi risiko efek samping ini.
  • Efek Samping Sistemik: Meskipun jarang terjadi pada dosis inhalasi, penggunaan kortikosteroid jangka panjang dan dosis tinggi dapat menyebabkan efek samping sistemik. Dokter akan memantau penggunaan obat ini.
  • Interaksi Obat: Informasikan dokter tentang semua obat yang Anda gunakan, termasuk obat hirup lainnya, obat oral, dan suplemen, untuk menghindari potensi interaksi obat.
  • Teknik Penggunaan yang Benar: Pastikan Anda memahami dan menggunakan Seretide Diskus dengan teknik yang benar. Tanyakan kepada dokter, perawat, atau apoteker jika Anda tidak yakin dengan cara penggunaannya.
  • Kunjungan Dokter Teratur: Penting untuk melakukan kontrol rutin ke dokter untuk memantau kondisi pernapasan Anda dan menyesuaikan terapi jika diperlukan.

Kesimpulan

Seretide Diskus 250 adalah terapi kombinasi yang efektif untuk pengelolaan jangka panjang asma dan PPOK sedang hingga berat. Kombinasi kortikosteroid inhalasi (Fluticasone Propionate) dan LABA (Salmeterol Xinafoate) bekerja secara sinergis untuk mengurangi peradangan dan melebarkan saluran udara, sehingga membantu mengendalikan gejala, mencegah serangan atau eksaserbasi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Penggunaan Seretide Diskus 250 harus sesuai dengan anjuran dokter, dengan memperhatikan teknik inhalasi yang benar dan potensi efek samping. Penting untuk diingat bahwa obat ini bukan untuk mengatasi serangan akut dan memerlukan penggunaan inhaler pelega napas kerja cepat untuk kondisi tersebut. Kontrol rutin ke dokter adalah bagian penting dari pengelolaan penyakit pernapasan kronis dengan Seretide Diskus 250.

Bagikan Artikel